"Pemasukan kita turun drastis lebih dari 60%. Kalau bulan lalu kita masih dapat Rp2 miliar per hari sekarang tinggal Rp200 juta,” kata di.
Meski begitu, kata Yusran, pihaknya tetap melakukan kajian agar anggaran TPP yang sempat dipotong bisa dikembalikan dengan menyusun berbagai skenario.
“Sekarang kita sementara hitung-hitung dengan berbagai skenario," katanya.