"Tentunya kehadiran jalan tol layang ini juga akan meningkatkan produktivitas rakyat dan pertumbuhan ekonomi," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama WIKA Beton, Hadian Pramudita dalam sambutannya mengatakan, teknologi konstruksi yang digunakan pada proyek itu tergolong baru. WIKA Beton sebagai kontraktor utama proyek memilih metode span by span dengan launching gantry untuk proses pemasangan balok jembatan serta beam bracing sebagai metode kerja pier.
Dia mengatakan, WIKA memiliki pengalaman pada proyek Semanggi. Penggunaan metode ini sangat efektif dan dapat menekan risiko gangguan lalu lintas yang muncul saat proses pengerjaan proyek berlangsung. Proyek jalan tol layang pertama di Kota Makassar ini juga diperkirakan dapat diselesaikan pada tahun 2020 ini.
"Kami bekerja secara maksimal menyelesaikan proyek Jalan Tol Layang AP Pettarani ini dengan jaminan biaya, waktu dan mutu kualitas terbaik. Tentunya dengan tetap menjalankan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja kami," katanya.
Hadian juga menjelaskan, Tol Layang AP Pettarani dengan panjang 4,3 km dibangun di atas jalan nasional AP Pettarani tanpa pembebasan lahan. Pembangunan proyek ini terbagi atas 74 span pada main line, 9 span pada ramp on, dan 7 span pada ramp off dengan jumlah box girder sebanyak 3.044.