Saat peristiwa penembakan tersebut, keluarga mengaku tak ada firasat apa pun. Keluarga terkejut dan tak menyangka terjadi hal ini kepada mereka.
"Kami dapat informasi beberapa jam setelah kejadian. Jenderal di Jakarta telepon Ibunya, langsung kaget kenapa ini semua terjadi," ucapnya.
Diketahui, jenazah AKP Ryanto Ulil tiba di rumah duka pada dini hari setelah melalui penerbangan panjang dari Sumatra Barat lalu transit ke Jakarta dan sampai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Selanjutnya langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil ambulans dan pengawalan polisi.
Tangis ibunda AKP Ryanto Ulil Anshar, Kristina Yun Abubakar tak terbendung saat jenazah masuk ke dalam rumah duka. Beberapa kerabat tampak memeluknya untuk memberikan penguatan.
Kristina tampak mendekati peti jenazah dan memeluk sambil menangis. Dia juga meminta agar peti yang telah disegel dan dibungkus bendera merah putih dibuka.