Dramatis! Bupati Maros Nyaris Diterjang Banjir Bandang saat Resmikan Sekolah

iNews TV
Bupati Maros nyaris terkena hantaman banjir bandang saat hendak meresmikan sekolah di daerah pelosok. (Foto: iNews)

MAROS, iNews.id – Niat tulus Bupati Maros, Chaidir Syam, untuk meresmikan bangunan sekolah baru di pelosok Dusun Bara, Sulawesi Selatan, berubah menjadi momen mencekam. 

Bupati bersama rombongan nyaris diterjang banjir bandang saat nekat berjalan kaki melintasi medan ekstrem demi menemui siswa-siswinya, Senin (5/1/2026).

Insiden ini terjadi saat Chaidir Syam hendak meresmikan sekolah permanen yang dibangun untuk menggantikan "kelas kolong rumah" yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Perjalanan menuju Dusun Bara bukanlah hal mudah. Karena akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat hujan deras, Bupati Chaidir Syam memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Selama hampir tiga kilometer, orang nomor satu di Maros ini harus berjibaku dengan jalur terjal, bebatuan tajam, hingga lumpur yang sangat licin. Tak hanya itu, rombongan juga harus berkali-kali menyeberangi anak sungai dengan arus yang mulai meningkat.

Momen mendebarkan terjadi saat rombongan berada sekitar satu kilometer dari lokasi sekolah. Tiba-tiba, sungai yang menjadi akses satu-satunya menuju Dusun Bara meluap hebat akibat banjir bandang.

Air bah yang datang secara mendadak membuat arus sungai menjadi sangat deras dan membahayakan keselamatan. Melihat kondisi alam yang tidak memungkinkan, tim protokol dan keamanan memutuskan untuk menghentikan langkah Bupati guna menghindari risiko terseret arus.

"Kondisi cuaca sangat ekstrem. Banjir bandang tiba-tiba memotong akses kami. Meskipun tinggal sedikit lagi sampai, keselamatan rombongan tetap menjadi prioritas utama," ujar Bupati Maros, Chaidir Syam, setelah berhasil dievakuasi ke area aman.

Peresmian Tetap Berlangsung Khidmat

Meski Bupati gagal mencapai lokasi akibat terhalang banjir, prosesi peresmian sekolah tetap dilaksanakan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan yang sudah lebih dulu berada di lokasi sebelum air bah menerjang.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BNPB Sebut Pencarian Korban Banjir Sumatra Dilanjutkan hingga 8 Januari

57 tahun lalu

Pemkab Sitaro Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari usai Diterjang Banjir Bandang

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 5 Desa di Gorontalo Utara, Tinggi Air Capai 2 Meter

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Update Banjir Bandang di Tanah Datar, 67 Rumah Rusak dan 5 Jembatan Hanyut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal