Untuk harga penebusan, lanjut Hadi, masih menggunakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dibebankan kepada distributor sebesar Rp12.500/kilogram, namun yang terjadi di pasar-pasar harganya diatas Rp15 ribu/kilogram.
Selain itu, pemerintah telah melakukan regresi temporary meminta Bulog dan PTPN untuk segera masukkan gula impor.
"Alhamdulillah, impor sudah ada. Sambil kita menunggu kedatangan stok ini, kita lakukan temporary sistem sambil menunggu impor masuk, pengawasan tetap dilakukan Dirkrimsus Polda sebagai Satgas Pangan," ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Perdagangan Sulsel menyebutkan terjadi kekurangan stok gula atau kondisi terbatas yang mengalami defisit hingga 90 ribu ton.
Bila melihat kondisi tiga pabrik gula di Sulsel yakni di PGB Arasoe, PGB Camming Kabupaten Bone, dan Pabrik Gula di Takalar, hanya bisa memproduksi 30 ribu ton per tahun.
"Sementara kebutuhan serapannya sekitar 120 ribu ton, itu pun bisa naik antara 10-15 persen di peak season (musim puncak)," kata Hadi Basalamah.