Bawaslu Sulsel telah memeriksa 15 camat se-Kota Makassar terkait video yang beredar tentang dugaan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) mendukung salah satu pasangan capres-cawapres atas tindaklanjut laporan dari tim sukses capres-cawapres Prabowo-Sandi beberapa waktu lalu ke Bawaslu.
Tim Pemenangan Prabowo-Sandi melaporkan 15 camat aktif di Kota Makassar ke Badan Pengawal Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait dugaan pelanggaran pemilu.
Dalam video berdurasi 1 menit yang viral di media sosial, 15 camat aktif didampingi mantan Gubernur Sulsel dua periode, Syahrul Yasin Limpo menegaskan dukungannya ke pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin.
Ke-15 camat itu yakni, Camat Rappocini, Mamajang, Ujung Tanah, Tamalanrea, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Biringkanaya, Makassar, Manggala, Bontoala, Panakkukang, Ujung Pandang, Tamalate, Mariso, dan Wajo.
Wakil Ketua DPRD Gerindra Sulsel, Muhammad Ariedy AR mengatakan, camat yang notabenenya merupakan pembina di masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) seharusnya bersikap bijak apalagi terkait pemilu yang mendukung salah satu paslon di pilpres.