2 Oknum Polisi di Wakatobi Siksa 3 Remaja Ditetapkan Tersangka, Ini Motifnya

iNews TV
Ilustrasi dua oknum polisi yang menyiksa tiga remaja di Wakatobi, Sultra ditetapkan tersangka. (Foto: Dok)

WAKATOBI, iNews.id – Dua oknum polisi yang menganiaya tiga remaja di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditetapkan tersangka. Satu tersangka lainnya merupakan warga sipil.

Mereka menganiaya ketiga korban yang masih berstatus pelajar SMA yakni, AJ (16), RA (17), dan LS (17). Ketiga korban disekap selama berjam-jam, dianiaya, disetrum, bahkan salah satu korban dipaksa terjun ke laut dalam kondisi tangan diborgol.

Kasat Reskrim Polres Wakatobi, AKP Risman mengatakan, penyidik Satuan Reserse Kriminal telah melakukan gelar perkara dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

"Dua tersangka merupakan anggota Polres Wakatobi, yaitu Briptu Ahmad Bashari dan Bripda Fahrul. Sedangkan satu tersangka lainnya merupakan warga sipil," ungkap AKP Risman, Jumat (10/7/2026).

Aksi kekerasan ini terjadi secara beruntun. Korban AJ dianiaya terlebih dahulu pada malam pertama setelah dijemput paksa oleh pelaku dan dibawa ke sebuah kamar kos di Kecamatan Wangi-Wangi.

Di kamar kos tersebut, AJ disekap dan disiksa. Kekejaman pelaku tidak berhenti di situ; tangan AJ kemudian diborgol dan ia dibawa ke Jembatan Dermaga Marina. Di sana, korban dipaksa melompat ke dalam laut.

"Tangan saya diborgol lalu dipaksa melompat ke laut. Bersyukur saya masih bisa menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi dermaga walau tangan terikat borgol," tutur AJ.

Keesokan harinya, giliran RA dan LS yang dijemput paksa pada tengah malam oleh tersangka warga sipil. Mereka dibawa ke rumah kos yang sama, disekap, dan mengalami penyiksaan hebat sejak pagi hari.

Dipicu Bisnis Rokok Ilegal Oknum Polisi

Berdasarkan pengakuan korban dan pihak keluarga, motif di balik aksi sadis ini diduga dipicu oleh masalah setoran hasil penjualan rokok tanpa pita cukai (ilegal) yang tidak sesuai dengan keinginan pelaku.

Korban LS membeberkan bahwa dirinya dianiaya karena menolak bekerja sama dengan Briptu Ahmad Bashari untuk mengedarkan rokok ilegal tersebut.

"Saya tidak terlibat dalam penjualan rokok ilegal. Sebelumnya saya diminta membantu Briptu Ahmad Bashari untuk menjualkan rokok ilegal miliknya, namun saya menolak. Karena menolak, saya malah dijemput paksa dan dianiaya," kata LS.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sadis! 2 Oknum Polisi di Wakatobi Setrum dan Borgol 3 Remaja lalu Dipaksa Terjun ke Laut

57 tahun lalu

Terungkap! 3 Bandar Narkoba Bunuh 3 Polisi di Katingan Melawan Pakai Mandau saat Ditangkap

57 tahun lalu

Tok! Oknum Polisi di Tegal Aiptu Nuridin Dipecat, Terbukti Narkoba dan Selingkuh

57 tahun lalu

43 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Suami Aniaya Selingkuhan Istri hingga Tewas

57 tahun lalu

Kasus Istri Siri Dianiaya Oknum Polisi Aiptu N, Bareskrim Dalami Bukti Medis Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal