“Kami sedang berupaya lakukan koordinasi dengan pihak adat,” ujarnya.
Kamal pun menambahkan, pihaknya akan meminta bantuan aparat dari daerah terdekat dengan Yalimo untuk membantu pengamanan di Elelim.
"Untuk pasukan anggota, kami akan minta dari daerah yang tidak jauh dari Yalimo, untuk membantu sementara," katanya.
John Wilil sebelumnya mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat pendukung sebagai imbas dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil sengketa pilkada, yakni pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Yalimo.
“Saya sudah sampaikan itu di group WhatsApp Info Papua, Pak Kapolda jangan terlalu gegabah turunkan pasukan di sana, itu pelampiasan emosi. Saya bisa kontrol,” kata John, Selasa (29/6/2021) sore.
Massa sebelumnya sekitar pukul 15.40 WIT membakar sejumlah fasilitas umum dan milik pemerintah di Kabupaten Yalimo. Perkantoran itu di antaranya, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dinas Kesehatan.
Selain itu, massa membakar Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK), Bank Papua, Kantor Dinas Perhubungan, dan sejumlah kios milik masyarakat. Tak hanya itu, massa menutup sejumlah akses jalan masuk ke Elelim.