Pos Komando yang didirikan di Kantor Bupati Jayapura telah melayani korban luka dan terdampak melalui pelayanan medis maupun dapur umum. Pelayanan medis telah didukung dengan beroperasionalnya kembali RSUD Yowaris. Sementara RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan.
Merespons penanganan pascabanjir, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan BNPB segera mengevakuasi korban bencana banjir bandang. Prioritas evakuasi bertujuan untuk menghindari bertambahnya jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka.
“Pak Jokowi juga memerintahkan penghijauan dan penanaman kembali hutan di hulu sungai yang bermuara di Danau Sentani,” katanya.
Saat ini proses pembersihan akibat bencana tersebut masih berlansung. Pemerintah daerah setempat bersama dinas terkait, TNI dan Polri melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat.
Di samping itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura mengerahkan 4 unit ekskavator, 4 wheel loader (traktor dengan roda karet untuk mengangkut material) dan 10 dumptruck (truk jungkit) untuk pembersihan ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 70 Km yang tertutupi lumpur dan pohon tumbang.
Diketahui, banjir bandang menerjang sembilan kelurahan dengan tiga kelurahan mengalami kerusakan parah, yakni Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak yaitu Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh dan Kelurahan Yobhe.
Hasil pendataan sementara, banjir menyebabkan 350 unit rumah rusak berat dan 211 unit terendam di BTN Bintang Timur Sentani. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami rusak berat, yaitu sekolah 8 unit, tempat ibadah 3 unit, drainase 8 unit dan jembatan 3 unit.