Dia menyebut setoran pelaku lancar sehingga dirinya tidak berfikir akan tertipu. Sejak sekitar 9 bulan mobil disewa, setoran lancar. Sama dengan kasus Ilham, lewat sedikit, namun dihari berikutnya sudah dibayar.
"Bulan 12 akhir itu sudah di transfer, sampai tanggal 18 Januari itu sudah tidak ada kabar. Saya tahunya dari Facebook, kalau ada penipuan atas nama pelaku PR, saya sempat mau membuat laporan polisi, namun karena polisi minta rekening koran, maka belum lagi ke Polisi," ucapnya.
Dikatakan, tidak hanya dirinya dan Ilham, namun masih ada korban-korban lain, dengan total 21 orang, hingga mereka membuat grup WhatsApp.
"Untuk yang mobil ada delapan orang, ada juga motor dan uang. Info awal pelaku ke Trenggalek, namun setelah dicek sudah geser ke Surabaya," katanya.
Dirinya berharap laporan Polisi yang telah dibuat oleh para korban, bisa ditindak lanjuti. Jika memang pelaku sudah di Surabaya, kiranya bisa meminta bantuan aparat di sana untuk turut dibantu mencari pelaku.
"Mobil-mobil kami dugaan kami digadaikan, karena sempat saya melihat plat nomor saya dipakai mobil lain. Dan dikatakan mobil pernah di gadai oleh orang itu. Jadi untuk yang menerima gadai, sekira bisa menginformasikan kepada kami, sehingga nanti tinggal atur," ucapnya.