"Saya katakan untuk harian Rp500.000, dan langsung diiyakan oleh pelaku. Dan membayar Rp1 Juta untuk dua hari. Saat saya minta jaminan dia ngeles untuk memberikan KTPnya, malah diberikan KTP istrinya. Alasan KTPnya mau dibuat untuk pencairan uang. Dan saat itu saya percaya-percaya saja," kata Ilham
Selang dua hari selanjutnya, Ilham menyebut jika dirinya hendak mengambil mobilnya itu, namun pelaku berdalih mobil masih digunakan untuk suatu kerjaan proyek di Danau Sentani. Sejak bulan 11 tahun 2021, setoran dikatakan lancar.
"Jadi setoran mobil lancar, sejak bulan 11 itu. Setiap tiga hari kirim Rp1,5 juta, atau kadang dua hari dikirim Rp2 juta. Itu lancar sampai kemaren tanggal 18 Januari setelah ada kabar soal penipuan yang dilakukan oleh pelaku ini di Facebook," katanya.
Ihlam mengaku sempat ingin membuat surat perjanjiaan, namun hingga masalah ini muncul, surat perjanjian tidak juga dibuat. Dirinya mengaku cukup percaya dengan pelaku, lantaran setoran dikatakan lancar.
"Setorannya tidak ada masalah soalnya, jadi saya dengan istri percaya-percaya saja, dan rencana mau buat surat perjanjian itu tidak jadi-jadi. Dan pada tanggal 18 Januari itu baru storan tidak ada, saya telfn nomornya juga tidak aktif," kata Ilham.