Suku Korowai merupakan masyarakat pemburu dan peramu. Mereka bergantung pada hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Aktivitas berburu dan meramu dilakukan oleh pria, sedangkan wanita bertanggung jawab pada pekerjaan domestik dan mengasuh anak.
Makanan pokok suku Korowai, yaitu sagu yang diolah menjadi berbagai jenis makanan. Selain sagu, mereka juga mengonsumsi hasil buruan seperti babi hutan, kanguru pohon dan berbagai jenis burung.
Suku Korowai menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Mereka percaya bahwa roh-roh nenek moyang dan alam memiliki kekuatan besar dan memengaruhi kehidupan mereka. Ritual-ritual adat seringkali dilakukan untuk memohon berkah dan perlindungan dari roh-roh tersebut.
Kontak dengan dunia luar membawa perubahan yang signifikan pada kehidupan suku Korowai. Modernisasi mengancam kelestarian budaya dan tradisi mereka.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk melestarikan budaya suku Korowai, seperti pengembangan wisata yang berkelanjutan dan pendidikan bagi generasi muda. Namun, tantangan terbesar, yaitu bagaimana menyeimbangkan antara pelestarian budaya dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Korowai.