Tak Mau Ditangani Medis, 2 Balita Gizi Buruk di Asmat Meninggal Dunia

Chanry Andrew Suripatty
Pasien gizi buruk dan campak di RSUD Agats, Asmat, Papua, Selasa (23/1/2018). (Foto: iNews/Chanry Andrew Surapatty))

ASMAT, iNews.id - Tragis, lantaran pihak keluarga menolak penanganan dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, dua balita meninggal dunia. Dengan meninggalnya kedua balita tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua, kembali bertambah. Hingga saat ini, total korban meninggal dunia akibat wabah campak dan gizi buruk di Asmat telah mencapai 70 orang, Selasa (23/1/2018).

Pihak RSUD Agats menyayangkan sikap orang tua dari dua pasien gizi buruk, yang menolak ditangani oleh paramedis dari RSUD Asmat. Sebelumnya, kedua pasien tersebut sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit. Namun saat dalam penanganan, pihak keluarga meminta kepada petugas medis yang menangani keduanya agar tidak menggunakan infus dan oksigen.

Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Agats, Richard Mirino, pihaknya menerima dan menangani sejumlah pasien gizi buruk dan campak. Para pasien tersebut sebagian berasal dari beberapa puskesmas di Kabupaten Asmat. Sementara sebagian lagi berasal dari sejumlah lokasi hasil dari penyisiran lapangan oleh tim terpadu.


Richard menambahkan, dari sejumlah pasien yang datang, ada dua orang pasien yang menolak mendapatkan penanganan medis. Kendati sudah dijelaskan oleh pihak rumah sakit, pihak keluarga tetap bersikukuh untuk tidak memasang infuse dan oksigen kepada kedua pasien tersebut. Oleh pihak rumah sakit, keduanya lantas diminta menandatangani surat permintaan pasien tidak mau dalam penanganan medis.

“Mereka (orang tua korban) sudah menerima dan membaca surat tersebut. Mereka juga sudah tanda tangan. Dan kami sudah sarankan tapi orang tua keduanya bersikeras agar anaknya dibawa pulang. Akhirnya setelah dibawa pulang, malam harinya keduanya meninggal dunia,” ucap Richard saat ditemui wartawan iNews di RSUD Agats, Senin (23/1/2018) pagi tadi.

Sementara itu, berdasarkan data dari pihak pemerintah setempat, dengan meninggalnya dua balita penderita gizi buruk tersebut, total balita yang meninggal dunia akibat wabah penyakit campak dan gizi buruk sejak Septemebr 2017 hingga Januari 2018 mencapai 70 balita. Hingga saat ini, tercatat 1.026 balita telah dirawat oleh paramedic, baik dari pemerintah maupun dari Tim Terpadu TNI/Polri dan para relawan kesehatan lainnya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal