Setelah pindah tugas ke Merauke di Lanud J.A. Dimara, tahun 2000 lalu, Deni mengenal seorang pemain bola voly tunawicara. Berawal dari itulah, Deni mulai dekat dengan sejumlah anggota Perhimpunan Disabilitas Kabupaten Merauke.
“Toser tim voly kami merupakan tunawicara, dari sinilah kami mulai menyatu dengan kelompok disabilitas di daerah ini,” ujar Deni.
Kebersamaan dan kedekatannya dengan difabel, diakui Deni menjadi kepuasan sendiri baginya. “Berkumpul dengan mereka dan bisa membantu mereka adalah kepuasan batin kami. Sampai saat ini, kami terus menjalin komunikasi dan berinteraksi,” ungkap Deni.
Selama bergaul dengan kaum disabilitas, dia mengedepankan pendekatan secara hati. Menurut Deni, kaum disabilitas juga butuh perhatian dan perlindungan.
“Mereka juga memiliki kelebihan dan kemampuan, apabila kita memahami mereka dengan cara pendekatan hati, mereka sangat menghormati kita,” katanya.