Izak menyampaikan agar kedua Dandim yang baru serah terima tersebut tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan dan pendekatan secara keagamaan dalam tugas menjaga stabilitas keamanan.
"Kedua Kodim ini masing-masing memiliki kekhususan sendiri-sendiri termasuk dalam hal gangguan kelompok bersenjata. Penekanan saya agar dalam menyelesaikan konflik nantinya harus dengan pendekatan kesejahteraan, karena sesungguhnya kesejahteraan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.
Begitu juga komunikasi dengan kelompok sipil bersenjata harus dibangun komunikasi secara intens, lanjutnya, agar tidak mengganggu proses pembangunan yang sedang berlangsung oleh pemerintah daerah yang dibantu oleh TNI dan juga aparat teritorial.
"Bangun komunikasi, kenali mereka, dekati mereka dan layani mereka sehingga masyarakat yang ada di wilayah akan merasakan keberadaan TNI di wilayah tersebut," katanya.