“Pencarian kami libatkan warga lokal setempat. Bahkan ketua adat juga ikut membantu proses pencarian,” ucapnya.
Diketahui, hingga hari ke-10, aparat gabungan masih terus melakukan penyisiran di Sungai Tami untuk menemukan keberadaan Bripda Anton.
Tidak sedikit tim dikerahkan dari Polda Papua untuk menyusuri sungai. Baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan speedboat milik Ditpolairud.
Masyarakat lokal di seputaran sungai pun tidak tinggal diam. Mereka bersama petugas ikut membantu pencarian korban.
Hasil pemeriksaan berdasarkan keterangan para pelaku, kronologi awal Bripda Anton Julez Matatula tewas dianiaya lima pelaku pada 28 Februari 2022.