Polisi Masih Selidiki Penyebab Justin Dimara Tewas Usai Disemprot Water Cannon di Jayapura

Antara
Fredy Nuboba
Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas saat melayat ke rumah duka. (Foto: Polresta Jayapura Kota)

JAYAPURA, iNews.id - Polda Papua masih menyelidiki penyebab pasti kematian Justin Dimara (35), di Kota Jayapura. Pria itu tewas pada Senin (25/5/2020), setelah terjatuh akibat disemprot dengan water cannon di areal Restoran Tenderloin, Jalan Amphibi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah korban yang saat itu dalam keadaan mabuk terjatuh akibat semprotan langsung air dari Armored Water Cannon (AWC) atau tidak.

Insiden yang terjadi Senin (25/5/2020) itu, berawal saat patroli gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Papua berupaya membubarkan warga yang mengonsumsi minuman keras di depan ruko di kawasan Hamadi. Namun, korban beserta rekan-rekannya tidak mengindahkan. Bahkan, mereka melempar dengan menggunakan botol.

Akibatnya anggota yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Papua melakukan tindakan. Petugas menyemprotkan air dari AWC hingga mereka berlarian. "Namun, JD terjatuh dan meninggal sesaat setelah dievakuasi ke RS AL Hamadi," kata Kombes Kamal.

Kamal mengatakan, Propam Polresta Kota Jayapura dibantu Polda Papua masih melakukan pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan internal kepolisian. Lewat penyelidikan itu akan bisa dipastikan apakah ada kesalahan prosedur (SOP) atau tidak dalam penyemprotan air dari AWC.

"Propam Polresta Kota Jayapura dibantu Polda Papua masih melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal