Sementara itu, Hotel Horison Kotaraja yang baru diresmikan pada Juli lalu oleh Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano, tidak luput dari lemparan batu massa pendemo yang berjalan ke arah pusat Kota Jayapura.
Sejumlah pecahan kaca berserakan di lantai satu pintu masuk hotel yang tak jauh dari Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP). Dari atas hotel, terlihat asap hitam membubung tinggi di arah kantor MRP. Belum bisa dipastikan apakah yang menimbulkan asap hitam itu berasal dari kantor tersebut.
“Harap tenang yah,” kata salah satu karyawan Hotel Horison kepada pengunjung yang terlihat panik karena bunyi lemparan benda mengenai kaca.
Beberapa sekolah juga memulangkan siswanya sejak pukul 09.30 WIT. Aparat keamanan TNI-Polri tampak berjaga-jaga di sejumlah kawasan. Angkutan kota pun banyak yang memilih tidak beroperasi.
“Memang kami sengaja tidak beroperasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Supri, salah satu supir angkot jurusan Entrop-Pasir Dua.
Dari pantauan, para massa pendemo berjalan bergerombol dan naik kendaraan roda dua. Bahkan ada yang membawa bendera bintang kejora. “Semoga situasi ini bisa segera pulih dan aman,” ucap Erna, salah satu warga Kotaraja.
Diketahui, demo besar-besaran di sejumlah tempat di ibu kota Provinsi Papua itu merupakan imbas dari aksi rasisme di Surabaya dan Malang, Jawa Timur (Jatim).