Dia menjelaskan, setelah kedua pemerintahan menyepakati dan membentuk tim, secara bersama-sama akan turun dan melihat langsung titik-titik mana saja yang dibangun pos perbatasan. Karena itu diharapkan pembangunan tersebut dapat terlaksana, dengan begitu perekonomian daerah perbatasan dapat segera membaik apalagi setelah tutup selama 2 tahun.
“Kami juga membahas mengenai peningkatan kerja sama, seperti ekonomi, pendidikan dan budaya. Selain itu, juga BPKLN sepakat untuk sama-sama perkuat lagi jalinan kerja sama telah dibangun selama ini,” ucapnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Papua Muhammad Ridwan Rumasukun mengatakan, pertemuan BLM tersebut sangat penting bagi kedua negara. Pada forum tersebut mendiskusikan berbagai permasalahan serta rencana pembangunan di sepanjang kawasan perbatasan antara RI-PNG.
“Hasil diskusi dari forum sangat bermanfaat untuk kepentingan kegiatan pengelolaan perbatasan dan penanganan serta kegiatan lintas batas antarkedua negara,” ujar Rumasukun.