Ketika ditanya soal jumlah senjata api yang dibawa kru heli dan lima personel Satgas Pamtas 725/WRG yang ikut hilang kontak, dan dikhawatirkan ditemukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, Yosua enggan menyebutkan jumlahnya.
Menurut dia, ini soal resiko suatu operasi, jangan berandai-andai terkait kemungkinan tersebut. Sebab, pesawat heli super puma milik TNI AU yang jatuh dan ditemukan 2,5 tahun kemudian, ditemukan dalam keadaan utuh, baik korban dan senajatanya.
"Jadi, jangan dulu berandai-andai, diambil oleh pihak seberang. Itu prematur," katanya.