Tasliman mengatakan, BBKSDA Papua Barat memantau populasi burung cenderawasih merah endemik Raja Ampat secara berkala. Pemantauan dilakukan dengan metode sampling pada titik pengamatan tertentu di Hutan Waigeo.
Berdasarkan hasil pengamatan di Cagar Alam Waigeo Barat, Tasliman mengatakan dalam lima tahun terakhir ada tren peningkatan populas burung cendrawasih merah.
Menurut dia pada tahun 2015 dan 2016, hanya ditemukan 10 burung cendrawasih merah di area seluas 1u hektare yang menjadi sasaran pengamatan.
Jumlah burung cendrawasih merah yang ditemukan di area pengamatan seluas satu hektare pada tahun 2017 bertambah menjadi 11 dan kemudian bertambah menjadi 15 pada tahun 2018 dan 2019.
Dia berharap masyarakat Raja Ampat terus menjaga kelestarian hutan Warkesi dan burung cendrawasih yang dijuluki
sebagai burung surga karena keindahannya.