"Saya melepas jenazah Patra Kevin Marinnha Jauhari yang boleh disebut pahlawan kemanusiaan di daerah ini,“ ucap Bupati.
“Mendiang merupakan ASN yang bekerja sungguh-sungguh dan setia terhadap tugas. Atas nama Pemda dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Karya dan pengabdiannya tidak bisa kami membalas. Tuhan yang akan menghitung dan membalas,” kata Bupati.
Bupati juga memohon maaf kepada keluarga besar mendiang atas keterlambatan dalam memberikan pertolongan saat yang bersangkutan sedang sakit. Termasuk evakuasi jenazah yang harus tertunda sampai 4 hari.
“Kalau ada helikoter di Wondama saya pasti akan minta tolong. Tempat ini susah sehingga semua jadi lambat. Karena itu saya selaku pemimpin Wondama saya mohon maaf. Secara pribadi saya rasa bersalah. Semua kelalaian, semua kelambatan, semua kesalahan biarlah ada di saya,” tuturnya.