Dia menjelaskan sedangkan data 60.000 calon ASN yang sudah ada tersebut akan dievaluasi berapa kebutuhannya, apakah benar sisanya ini honorer atau bukan.
"Karena idealnya di Indonesia, jumlah ASN itu hanya dua persen dari jumlah populasi yang ada namun tergantung dari infrastruktur yang memadai pada wilayah tersebut," katanya.
Dia menambahkan jika infrastruktur suatu wilayah tidak memadai maka kebutuhan ASN juga tidak terlalu banyak, sehingga hal ini yang harus benar-benar dievaluasi.