Kemudian Benny kembali bertanya kepada para pasukan.
“Ada apa ini?” kata Benny.
“Pak, Komandan mengkhianati kita. Para perwira ini mengkhianati kita, kita bunuh saja mereka,” kata para bintara serentak.
Mereka terlihat tidak sabar menunggu perintah untuk menarik picu senjatanya. Namun Benny dengan sigap melarang.
”Taruh-taruh itu semua senjatanya. Serahkan semua kepada saya,” kata Benny.
Benny bersama Agus Hernoto dan beberapa prajurit Kopassus lainnya lalu menuju SSKAD.
Selanjutnya Benny menjelaskan peristiwa yang terjadi di Batujajar kepada Djaelani. Mendapat penjelasan tersebut, Djaelani akhirnya menyerah dan memberikan pistolnya kepada Benny Moerdani.
Seusai kejadian, hubungan Benny Moerdani dan Agus Hernoto semakin dekat. Bahkan keduanya menjalin persahabatanseumur hidup sekalipun Agus Hernoto pernah menodongan senjata ke wajah Benny Moerdani.
Tak hanya itu, ketika Agus Hernoto dikeluarkan dari RPKAD oleh Danjen Kopassus Moeng Parhadimoeljo karena cacat sepulang dari operasi pembebasan Papua, Benny menjadi orang yang menyelamatkan dan mengajaknya bergabung di Opsus binaan Wakil Asisten Intelijen Kostrad Mayjen TNI Ali Moertopo.