Kemudian senjata diberikan kepada Prada Sandhi dan difoto Pratu Leroy. Setelah itu, Pratu Leroy mengambil senjata SPR 3 dari Prada Sandhi dan meminta untuk difoto kembali.
Seusai difoto dari arah depan, Pratu Leroy meminta Prada Sandhi agar mengambil foto dari arah belakang. Prada Sandhi lalu berjalan menuju ke arah belakang Pratu Leroy. Saat itu, posisi senjata SPR 3 dipanggul Pratu Leroy dengan laras menghadap ke belakang.
Namun tiba-tiba terjadi letusan dan mengenai bagian kepala belakang Prada Sandhi. Mendengar bunyi letusan senjata, semua anggota yang berada di titik kuat langsung masuk kedudukan ke box steling.
Serka Endro selaku Dantim melapor kepada Danpos Lettu Inf Faisal Ramadan Karo-karo kalau ada kontak karena berpikir ada gangguan tembakan.
Danpos langsung memerintahkan untuk menaikan drone dari Pos Balingga ke arah titik kuat. Saat itu, Pratu Andika yang sedang jaga di box steling, posisinya berada tepat kurang lebih 3 meter di depan Pratu Leroy dan Prada Sandhi yang sedang berfoto menggunakan senjata SPR 3.