"Sementara empat kru kapal yang lain tetap bertahan di atas KM Adi Utama sambil terus mencoba mengatasi kebocoran pada bagian buritan dengan bantuan mesin pompa air," katanya.
Kapal tersebut tetap melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Pelabuhan Agats sambil dikawal oleh perahu cepat 85 PK milik agen KM Adi Utama.
Kejadian kapal atau perahu bocor bahkan tenggelam acap kali terjadi di wilayah perairan Kabupaten Asmat yang masih di bawah wilayah kerja Kantor SAR Timika.
Permukiman warga Asmat yang berada di atas rawa-rawa berlumpur padat dan dikelilingi sungai yang lebar membuat akses transportasi darat berupa jalan raya sulit dibangun di wilayah itu.
Satu-satunya akses transportasi sebagai urat nadi untuk menunjang roda perekonomian warga Asmat yaitu perahu motor.