Benny Moerdani memimpin pasukan Korps Baret Merah sedangkan Kapten Soepeno memimpin pasukan Baret Hijau (Raiders 530).
Saat operasi baru dimulai, Benny dikejutkan dengan siaran dari radio Australia yang menyiarkan ada tiga pesawat Hercules yang menerjunkan pasukan di Merauke. Bahkan, radio tersebut menyebutkan jumlah pasukan dan nama-nama pemimpinnya termasuk Benny Moerdani.
"Operasi rahasia ini bocor," kata Benny dalam buku berjudul 'Kopassus untuk Indonesia' Jilid II.
Perjalanan pasukan Naga menuju pusat pertahanan Belanda di Merauke menemui banyak rintangan. Tidak hanya alam tapi juga harus bertempur dengan Koninklijke Mariniers, pasukan elite Belanda.
Salah satunya pertempuran yang terjadi 28 Juni 1962. Perahu motor dari pasukan Belanda tiba-tiba menyerang pasukan Benny Moerdani di Sungai Kumbai.