"Polda Papua mendapat bantuan personel dari Mabes Polri, karena pasukan organik yang ada tidak cukup. Mereka sudah disebar ke berbagai wilayah," ujar Rodja.
Pantauan di sana, Kota Jayapura saat ini masih tampak lengang. Warga lebih memilih berada di luar rumah, sekaligus untuk berjaga-jaga bila terjadi aksi anarkis susulan.
Sebelumnya, sekitar 1.000 orang dari massa aksi di Kota Jayapura, Papua, yang menduduki Kantor Gubernur Papua pada Kamis (29/8/2019) menumpang truk TNI - Polri. Mereka meminta diantarkan pulang, karena khawatir ada sweeping.
Aksi sweeping tersebut dilakukan sekelompok masyarakat atas nama Paguyuban Nusantara. Mereka menolak aksi unjuk rasa di Kota Jayapura tersebut.