Kenapa Ada Salju Abadi di Puncak Jayawijaya? Ternyata Ini Jawabannya

Donald Karouw
Salju abadi di Puncak Jayawijaya, Papua, sebuah gunung tertinggi di Indonesia. (Foto: Facebook)

Suhu udara di troposfer akan menurun seiring kenaikan ketinggian. Hal ini terjadi karena sumber panas utama troposfer adalah permukaan bumi, bukan penyinaran Matahari. Pada ketinggian tertentu, suhu akan mencapai di bawah nol derajat celsius sehingga es dan salju bisa terbentuk.

Namun tidak selamanya semua puncak di atas ketinggian 4.000 mdpl di wilayah tropis bisa memiliki salju. Seperti pegunungan Andes misalnya, tidak terdapat salju meski memiliki ketinggian di atas 4.000mdpl karena tingkat kelembaban yang amat sangat rendah.

Itulah sedikit penjelasan kenapa bisa ada salju di puncak Jayawijaya.

Namun fakta baru pernah diungkap BMKG. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut puncak Jayawijaya pada 2020 memiliki ketebalan es 31,49 meter. Maka pada 2025 atau sekitar 3 tahun lagi, diprediksi es atau salju abadi sudah punah.

Hal ini terjadi karena dampak pemanasan global. Sebab saat ini kondisi es di Gunung Jayawijaya hanya tinggal 1 persen dari puncak area puncak yang memiliki luas 200 kilometer persegi atau saat ini lapisan es hanya ada di sekitar 2 km.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,4 Guncang Sumur Banten, Berpusat di Laut

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Calang Aceh Jaya, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pulau Puah Sulteng, Terasa Kuat di Luwuk hingga Taliabu

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami 

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal