Di puncak gunung tertinggi di Indonesia ini, salju terhampar begitu luas. Salju di puncak Jayawijaya merupakan salah satu fenomena alam yang unik karena es alami biasanya tidak turun di sepanjang khatulistiwa.
Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya bagaikan permadani yang diselimuti tudung putih. Jika matahari sedang cerah, maka hamparan salju tersebut akan akan memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan namun tetap mengagumkan. Jika ingin mengibarkan merah putih di puncaknya, akses normal hanya bisa dilewati adalah dari Ilaga dan Sugapa.
Nah soal salju abadi di puncak Jayawijaya bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya tingkat kelembaban dan faktor ketinggian.
Pegunungan Jayawijaya dapat memiliki salju karena posisinya yang cukup tinggi dan didukung kelembaban yang pas. Semakin tinggi suatu tempat maka semakin rendah suhunya. Bila didukung kelembaban yang pas, maka dapat terbentuk salju.
Ada juga sumber lain menjelaskan, Puncak Jaya berada di atas garis batas klimatik yang disebut 'garis salju'. Sesuai namanya, garis ini menjadi garis batas pembentukan salju. Di tropis, garis ini dikontrol oleh ketinggian.