“Rekan-rekan tentunya tampil untuk ikut terlibat langsung dalam Satgas Damai Cartenz dan rekan-rekan tentunya harus selalu memiliki kemampuan hard approach, kemampuan untuk berperang di dalam hutan,” katanya.
Kemampuan ini dinilai penting karena karakteristik wilayah Papua yang didominasi hutan dan pegunungan, serta mobilitas KKB yang kerap menyerang aparat.
Selain kemampuan tempur, Kapolri menegaskan pentingnya pendekatan kemanusiaan untuk menekan konflik sosial di Papua. Dia menyebut soft approach menjadi bagian penting dalam operasi modern.
“Namun juga rekan-rekan harus memiliki kemampuan soft approach sehingga pendekatan-pendekatan kemanusiaan juga terus kita lakukan, baik dengan melibatkan tokoh-tokoh daerah, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh adat,” ucapnya.
Sigit menilai keterlibatan tokoh lokal dapat meredam ketegangan dan meminimalkan potensi korban jiwa. Pendekatan ini juga diyakini bisa merangkul masyarakat setempat agar tidak terpengaruh propaganda KKB.