"Kami memiliki tanggung jawab melindungi semua obyek strategis dan menjaga keamanan di Mimika. Tidak luput juga di wilayah Kota Timika. Sebab antara kelompok separatis bersenjata dengan kelompok politik mereka punya hubungan yang kami prediksi akan melakukan aksi," kata Nainggolan.
Menyangkut aksi seperti apa, sejauh ini TNI dan Polri belum bisa memetakan secara rinci. Khusus dari kalangan TNI, Nainggolan menyebut kekuatan yang akan dilibatkan untuk mendukung pengamanan Kamtibmas menghadapi 1 Desember di Mimika cukup besar. Baik anggota organik maupun satuan tugas (satgas).
Kendati demikian, Dandim mengungkapkan jika tidak ada penambahan pasukan ke Timika untuk mengantisipasi situasi keamanan pada 1 Desember.
"Satgas ada sebanyak 565 personel sudah tergelar di pos-pos. Lalu masih ada cadangan 300 personel akan bersiaga di Mako Brigif 20 IJK/Kostrad, Batalyon 754 ENK/Kostrad dan Denkav," katanya.
Dia berharap, semua elemen khususnya jajaran TNI dan Polri di Mimika tetap memelihara kekompakan dan sinergitas agar kamtibmas setempat benar-benar aman pada 1 Desember mendatang.