Ini Alasan Muncul Desakan Copot Kapolres Merauke

Edy Siswanto
Polisi menangkap staf ahli dan anggota MRP di Merauke. (Foto: iNews/Edy Siswanto).

MERAUKE, iNews.id - Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji, dinilai arogan dan bertindak sewenang-sewenang karena menangkap staf ahli Majelis Rakyat Papua (MRP). Dia dianggap telah mempermalukan pimpinan lembaga resmi negara.

Desakan ini muncul dari advokat dan pembela HAM, Yan Ch Warinussy. Insiden ini terjadi pada Rabu (18/11/2020) lalu, saat polisi menangkap staf ahli MPR, Wensislaus Fatubun bersama sejumlah anggota MRP lainnya.

"Tindakan Kapolres Merauke tersebut telah mempermalukan pimpinan dan anggota MRP sebagai sebuah lembaga resmi negara di Papua," kata Warinussy, belum lama ini.

Sementara Ketua Mandala Trikora, Ali Kabiai, menilai permintaan pencopotan Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji tidak memiliki dasar yang kuat. Justru tindakan pimpinan kepolisian di Kabupaten Merauke itu sudah tepat.

Dalam maklumat Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, rapat dengar pendapat (RDP) MRP tidak boleh membawa isu pergerakan Papua Merdeka.

Dari informasi yang didapat, polisi mendapati dokumen pedoman buku kuning Negara Federal Papua Barat yang dinilai menyimpang dari NKRI.

"Ini sudah kuat dari bukti yang ditemukan karena kegiatan itu menyimpang dan dapat mengancam kedaulatan negara. Dan saya mengapresiasi Kapolres Merauke," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh Pencurian 2 Ekor Sapi di Merauke, 10 Pelaku Ditangkap usai Jual Daging Curian

57 tahun lalu

Polda Papua Siaga Penuh Jelang Persipura vs Adhyaksa, Kerahkan 700 Personel Gabungan

57 tahun lalu

Konflik Warga Kwamki Narama di Mimika Papua Tengah, Sudah 11 Orang Tewas

57 tahun lalu

Pasien Rujukan Meninggal di Bandara Sentani, Pendarahan Hebat saat Turun dari Pesawat

57 tahun lalu

Makam Bocah Disabilitas Korban Pembunuhan di Merauke Dibongkar Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal