"Sejak Desember 2018 sampai sekarang (Mei 2019) harga tiket ke Sorong, Papua ini luar biasa tingginya. Bukan cuma wisatawan, masyarakat Papua juga mengeluh," katanya.
Dia mengakui, fenomena ini tidak saja dialami warga di Raja Ampat saja, tapi semua daerah wisata di Indonesia. Dampaknya, menurutnya, akan membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan wisata tanah air.
"Ini otomatis, karena berkurang jumlah wisatawan maka berkurang juga orang yang menginap baik di hotel, resort, homestay maupun penginapan. Jika orang berkurang otomatis pendapatan atau pemasukan turun," katanya.