Perencanaan strategis dan kolaborasi antarpemangku kepentingan akan memberantas hingga 32 daerah yang belum berkembang pada 2024.
1. Suatu daerah ditetapkan sebagai berdasarkan kriteria, perekonomian masyarakat
2. Sumber daya manusia
3. Sarana dan prasarana
4. Kemampuan keuangan daerah
5. Aksesibilitas
6. Karakteristik daerah
Selain berdasarkan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dipertimbangkan karakteristik daerah tertentu.
Kriteria ketertinggalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diukur berdasarkan indikator dan sub indikator. Ketentuan mengenai indikator dan sub indikator sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.
1. Nias
2. Nias selatan
3. Nias utara
4. Nias barat
1. Kepulauan Mentawai
2. Provinsi Sumatera Selatan
3. Musi Rawas Utara
1. Pesisir Barat
1. Lombok Utara
1. Sumba Barat
2. Sumbar Timur
3. Kupang
1. Belu
2. Alor
3. Lembata
4. Rote Ndao
5. Sumba Tengah
6. Sumba Barat Daya
7. Manggarai Timur
8. Sabu Raijua
9. Malaka
1. Donggala
2. Tojo Una-una
3. Sigi
1. Maluku Tenggara Barat
2. Kepulauan Aru
3. Seram Bagian Barat
4. Seram Bagian Timur
5. Maluku Barat Daya
6. Buru Selatan
1. Kepulauan Sula
2. Pula Taliabu
1. Teluk Wondama
2. Kabupaten Teluk Bintuni
3. Kabupaten Sorong Selatan
4. Sorong
5. Tambrauw
6. Maybrat
7. Manokwari Selatan
8. Pegunungan Arfak
1. Jayawijaya
2. Nabire
3. Paniai
4. Puncak Jaya
5. Boven Digoel
6. Mappi
7. Asmat
8. Yahukimo
9. Pegunungan Bintang
10. Tolikara
11. Keerom
12. Waropen
13. Supiori
14. Mamberamo Raya
15. Nduga
16. Lanny Jaya
17. Mamberamo Tengah
18. Yalimo
19. Puncak
20. Dogiyai
21. Intan Jaya
22. Deiyai
Pada langkah selanjutnya, Kemendesa PDTT akan memastikan arah pembangunan desa agar dana desa dapat digunakan untuk mencapai SDGs desa dan berkontribusi terhadap daerah tertinggal.