Dia bercerita jika Sentani dekat dengan Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua. Namun, ketika itu pelayanan kesehatan belum maksimal. Dia juga prihatin adanya kasus kematian di Papua yang disebabkan belum optimalnya akses infrastruktur ketika pertolongan medis harus didapat cepat. Persoalan gizi bayi di sana juga menjadi salah satu refleksinya.
“Kalau jadi polisi sekaligus dokter, saya bisa menjangkau lebih luas, berinteraksi dengan masyarakat lebih mudah,” kata dokter kelahiran Jayapura dan punya ibu bersama dari Jawa tersebut.
Semangat pengabdian pelayanan kesehatan itu yang memotivasinya. Berkuliah jauh ke Sulawesi, kemudian mengikuti seleksi anggota Polri, dilakoninya agar bisa mewujudkan mimpinya mengabdi di tanah Papua.
"Saya siap mengabdi untuk Papua dan tentunya melayani masyarakat dengan ilmu kedokteran saya dan sebagai anggota Polri," ucapnya.