Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) itu melaporkan, terdapat 95.000 jumlah penduduk di Fakfak dan 50 persennya adalah perempuan. Dengan kondisi sulitnya akses pemeriksaan kehamilan, banyaknya kekerasan seksual hingga meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Kehadiran kami selain pengobatan juga penyuluhan terkait seks pra-nikah. Sebab dari fenomena yang ada, kebanyakan saat hamil anak ketiga, sang ibu baru dinikahi suami. Itu pun secara siri dan sudah dinormalisasi. Terlepas dari minimnya hiburan, mereka melakukan hubungan seksual tanpa dibekali pengetahuan,” katanya.
Kondisi itu diperparah dengan penolakan penduduk terhadap dokter maupun tenaga medis. Sebab, kebiasaan penduduk yang lebih tertarik ke dukun daripada tempat pelayanan kesehatan.
Tak mengherankan, lantaran jarak tempuh dari kampung ke kota menghabiskan waktu berjam-jam. Banyak pula penduduk yang belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
“Jangankan BPJS, akta kelahiran, kartu keluarga dan berkas administratif lainnya, mereka cenderung belum memiliki,” ucapnya.