Untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan, polisi telah menyiagakan ratusan personel pada dua lokasi yang merupakan titik kumpul kelompok bertikai. Situasi Kamtibmas di Wamena umumnya kondusif. Warga diimbau tidak mempercayai informasi hoaks atas peristiwa ini.
"Anggota kami telah disiagakan di dua lokasi dua kelompok warga. Kami terus mediasi kedua kubu yang bertikai. Situasi Kamtibmas kondusif yah. Saya berharap warga tidak terprovokasi atas isu hoaks," katanya.
Informasi diperoleh iNews, bentrokan dua kelompok warga ini berawal dari adanya tindak pidana pembunuhan yang terjadi pada 18 Agustus. Kepala Desa Meagama ditemukan tewas di Jalan Safri Darwin, Wamena.
"Kepala Desa Meagama disebut menikam warga Pelebaga. Karena ada warga Pelebaga yang sudah lama hilang dan tidak pulang ke rumah diketahui telah meninggal. Jadi masyarakat Pelebaga curiga kalau yang bunuh dari Meagama. Warga Pelebaga lalu tikam Kepala Desa Meagama sehingga keluarganya tidak terima dan mereka mencari warga Pelebaga. Dijumpailah seorang warga dan ditikam hingga tewas," kata sumber yang enggan namanya diberitakan.