“Jalanan berkonstruksi beton tailing itu kini berubah fungsi menjadi alur sungai baru,” katanya.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kepala Distrik Iwaka, Wens Mitoro meninjau warga terdampak banjir bandang di kawasan Jalan Trans Nabire, tepatnya di Kilometer 12, Senin siang. John mengatakan, ketiadaan anggaran penanganan bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika bukan alasan untuk tidak membantu warga.
Dia juga belum mengetahui apakah Kepala BPBD sudah turun ke lapangan atau belum.
“Tidak ada alasan dana tidak ada. Kalau kerusakan jalan itu tanggung jawab Satker PU, tapi soal masyarakat itu tanggung jawab Pemda Mimika," kata John.
Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu menilai, bencana banjir bandang yang melanda kawasan Jalan Trans Nabire itu sebetulnya sudah bisa diprediksi. Hal ini lantaran aktivitas penebangan kayu di hulu sungai masih terus terjadi.