Menurut bupati, sementara ini para siswa Kelas XIII mengikuti ujian sekolah sehingga tidak bisa dipindahkan. Mereka harus tetap mengikuti ujian di Jayawijaya. “Sementara ujian sudah dimulai, jadi kita tidak minta pindahkan lagi. Tetap lanjutkan ujian di sini,” katanya.
Sementara Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyebutkan, pemerintah daerah sudah menyediakan gedung sekolah untuk digunakan sementara oleh anak-anak pengungsi Nduga di Jayawijaya.
“Jadi fasilitas sekolahnya kami siapkan, tinggal guru dan murid dari Nduga menggunakan sekolah ini,” ujarnya.
Jhon menambahkan penggunaan sekolah itu akan dibagi. Siswa dan guru dari Jayawijaya menggunakan sekolah dari pagi hingga siang hari. Setelah mereka pulang, siswa dan guru pengungsi dari Nduga menggunakan sekolah tersebut untuk kegiatan belajar mengajar.