"Satu kasus terjadi saat seorang warga melakukan potong jari. Ternyata jari yang dipotong merupakan jari buat nulis, sudah dipastikan dia terganggu menulisnya. Besoknya dia tak mau melakukan itu lagi," kata Raymond.
Meskipun hanya sebagian kecil, namun cara-cara demikian merupakan salah satu satu cara demi memutus budaya ekstrem. Sekalipun tak sependapat menghilangkan budaya itu, namun Raymond mengaku tak setuju dengan adanya penyiksaan.
Edukasi Masyarakat
Dengan mendatangi satu persatu suku maupun kelompok di sana. Raymond melakukan edukasi terhadap tradisi demikian. Salah satunya, dia mencoba memutus agar tradisi demikian tidak lagi merugikan orang lain, apalagi harus membunuh.
"Kayak perang suku, membunuh, tumbal, atau apapun. Memang awalnya sulit, tapi lama kelamaan masyarakat mau menerimanya," jelas Raymond.
Meski demikian, dari pengalamannya mengatasi penyelesaian konflik adat demikian, Raymond melihat penyelesaian masalah tak jauh berbeda saat menerapkan hukum positif.
Salah satunya dengan mengedepankan musyawarah yang jelas tak jauh berbeda dengan sistem pengadilan di Indonesia.
"Tapi imbasnya jadi materi yang dikedepankan. Contohnya ketika ada anggota tertabrak hingga meninggal, maka penggantian bukan nyawa melainkan uang. Hanya saja terkadang nominalnya cukup besar," tutupnya.