Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sambut Human Origin Heritage, Wali Kota Robby Promosikan Budaya Salatiga ke Mancanegara
Advertisement . Scroll to see content

Antropolog: Tradisi Ekstrem Suku-suku di Indonesia Sulit Menghilang

Selasa, 11 Januari 2022 - 14:02:00 WIB
Antropolog: Tradisi Ekstrem Suku-suku di Indonesia Sulit Menghilang
Rumah Adat Papua Barat Hanoi. (Foto: Instagram).
Advertisement . Scroll to see content

Di Papua sendiri, beberapa tradisi ekstrem masih terjadi mulai dari Iki Palek (potong jari), mumi, tifa darah, hingga membuat embis atau semacam noken. Dari beragam budaya itu, kata Raymond, jelas bertentangan dengan hukum positif yang diatur undang-undang.

"Dahulu pernah kejadian saat pembuatan embis yang dilakukan di hutan dan tak boleh ada wanita. Tapi suatu saat ada seorang wanita yang melihat, akhirnya wanita itu kemudian dibunuh karena dianggap melanggar adat," kata Raymond.

Belum lagi persoalan Iki Palek yang dilakukan masyarakat di Wamena Papua. Masyarakat di sana masih melakukan sebagai bentuk kehilangan yang mendalam karena ditinggalkan anggota keluarganya yang meninggal.

Beragam tradisi demikian, lanjut Raymond, tak bisa dikesampingkan karena budaya yang turun temurun. Upaya pemerintah untuk memutus pun selalu mengalami jalan buntu karena masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat istiadat serta hukum adat itu sendiri.

Karena itu, Raymond berpendapat budaya itu akan hilang seiring dengan rasa sakit masyarakat itu sendiri. Bila mereka merugi, maka mereka tidak akan lagi melakukannya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut