Saat itu anggotanya, yakni Abdullah alias Pelda Ahmad Kongsenlani sobek dibagian perut diserang Siauw Ah San saat mendobrak pintu. Hendropriyono langsung melempar pisau komando kepada Siauw Ah San.
Lemparan pisau Hendropriyono hanya menyebabkan goresan ringan pada dada kanan Siauw Ah San. Lalu, Hendropriyono mundur beberapa langkah untuk menendang dada Siauw Ah San, namun Siauw Ah San masih sempat menghujamkan bayonet ke paha kiri Hendropriyono.
Melihat musuhnya terjatuh Siauw Ah San langsung berdiri dan hendak menusuk dada kiri Hendropriyono. Saat itu Hendropriyono berusaha melindungi diri.
Dengan susah payah Hendropriyono mengambil pistol M46 di punggungnya dan telah merosot dari celana akhirnya berhasil diambil lalu ditembakkan ke Siauw Ah San hingga terjatuh. Meski terluka cukup parah, tapi nyawa Hendropriyono selamat.
Perwira tinggi kelahiran Semarang, Jawa Tengah pada 6 Desember 1944 ini tergabung dalam Operasi Flamboyan. Dia harus menyelamatkan empat anggotanya yang ditembak musuh.