Begitu memasuki kompleks gereja, petugas yang mengenakan penutup wajah atau face shield akan mengukur suhu tubuh umat. Jika suhu tubuh menunjukkan angka 37,6 derajat Celcius atau lebih, maka yang bersangkutan diminta tidak mengikuti ibadah di gereja.
Pihak Gereja Santo Stefanus Sempan Timika juga menyediakan 20 titik untuk tempat pencucian tangan bagi umat sebelum memasuki gedung gereja. Selanjutnya umat diantar oleh petugas menuju tempat duduk yang sudah diatur jaraknya.
Di dalam gereja, juga disiapkan hand sanitizer untuk digunakan umat sebelum menerima atau menyambut komuni. Petugas yang akan membagikan komuni juga diberikan pembatas dari plastik bening untuk menghindari sentuhan langsung dengan umat.
Pastor Maximilianus mengatakan, gedung Gereja Paroki Santo Stefanus Sempan Timika memiliki kapasitas yang cukup besar. Gereja ini dapat menampung hingga lebih dari 2.000 umat, sudah termasuk dengan balkon di lantai dua.
Namun, untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19, gereja memangkas jumlah umat yang hadir mengikuti perayaan misa hingga tidak sampai 50 persen.