Selain Gereja Katedral Tiga Raja Timika dan Gereja Katolik Paroki Santo Patrus SP3, sejumlah gereja Kristen Protestan juga belum menggelar kebaktian yang diikuti oleh jemaat. Gereja hanya menggelar kebaktian melalui sarana video streaming atau secara virtual.
Pastor Maximilianus mengatakan, gerejanya mengubah jadwal misa dari sebelumnya tiga kali menjadi empat kali, yaitu pada hari Sabtu petang khusus untuk remaja dan orang muda di bawah 35 tahun. Kemudian, hari Minggu pagi dan siang, serta Minggu petang.
"Penambahan jadwal misa dilakukan untuk membatasi jumlah umat yang hadir," ujarnya.
Di sisi lain, anak-anak belum bisa menerima komuni. Para lansia atau umat di atas usia 60 tahun juga tidak diperbolehkan mengikuti misa di gereja. Mereka hanya boleh mengikuti misa dari rumah masing-masing melalui saluran video streaming.
Bagi umat yang hadir mengikuti perayaan misa di Gereja Paroki Santo Stefanus Sempan Timika, Pastor Maximilianus berpesan agar memastikan dalam kondisi sehat. Kemudian, tidak lupa menggunakan masker dan membawa serta hand sanitizer.