Melihat dua kejadian tersebut, Kapolres Mimika mengingatkan kepada personel Brimob agar lebih memahami situasi dan kondisi di Papua. Terutama kepada personel Brimob penugasan dari luar Papua.
“Untuk rekan-rekan personel Brimob BKO, tolong memahami situasi dan kondisi yang ada di Papua. Kalau mau bepergian terutama ke tempat-tempat yang dianggap rawan, jangan jalan sendiri-sendiri. Setiap pergerakan personel harus secara berkelompok,” kata Kapolres Mimika.
Kapolres Mimika juga mengatakan, menghadapi Natal hingga Tahun Baru, aparat TNI dan Polri di Mimika meningkatkan patroli gabungan. Mereka melibatkan unsur organisasi masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua warga, terutama umat Nasrani yang akan merayakan ibadah Natal.
“Tahun ini sebanyak 600 personel gabungan TNI-Polri ditambah unsur ormas akan dilibatkan dalam pengamanan Natal hingga Tahun Baru di Timika,” katanya.
Polres Mimika juga membuka pos gabungan TNI dan Polri ditambah unsur ormas di enam titik sekitar Kota Timika. Pos itu untuk membantu memperlancar arus penumpang yang hendak mudik merayakan Natal dan Tahun Baru di luar Timika maupun yang akan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
Pos gabungan itu ditempatkan di depan Diana Supermarket Jalan Budi Utomo, Bandara Mozes Kilangin baik bandara lama dan bandara baru, Pelabuhan Pomako, dan pertigaan SP2-SP3.
Untuk mencegah terjadi tindak pidana selama masa Natal hingga Tahun Baru, Polres Mimika membuka pos deteksi. Polisi akan berkoordinasi dengan 59 poskamling yang berada di kawasan Kota Timika.