"Ini hanya sebagai pertanda awal untuk selanjutnya akan dipastikan lagi dengan pemeriksaan PCR," katanya.
Reynold menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika masih punya stok sekitar 2.800 alat tes diagnostik cepat, sebagian di antaranya akan digunakan untuk memeriksa 237 orang dari hasil pelacakan kontak.
Selain itu, menurut dia, pemeriksaan dilakukan di tempat-tempat ibadah, pintu masuk bandara dan pelabuhan, serta penumpang pesawat yang tiba di Timika pada minggu ketiga April lalu.