Selanjutnya melakukan pengecekan terhadap komputer sekolah, dan menanyakan kepada teknisi, apakah pernah melakukan perbaikan terhadap ckomputer sekolah.
“Setelah dikonfirmasi, ternyata tekisi menyatakan tidak pernah melakukan perbaikan. Sehingga disimpulkan bahwa barang-barang tersebut telah hilang dan langsung melaporkannya ke Kepala Sekolah,” lugasnya.
Kemudian dilakukan pengecekan ke belakang sekolah, ternyata dibagian plafon gudang belakangsudah ada yang merusak atau menjebol.
“Langsung menginventarisir barang-barang yang hilang dan langsung melaoparkannya ke Polres Lombok Barat, dan akhirnya saat ini bisa terungkap,” katanya.