Setelah kejadian itu, dibuat upacara Nyale atau Bau Nyale, yang dilakukan pada Februari hingga Maret, setiap tahunnya.
Dikutip dari kemendikbud, Tradisi Bau Nyale terdiri dari dua suku kata, yakni "Bau" dalam bahasa Indonesia artinya menangkap dan "Nyale" merupakan cacing laut yang tergolong jenis filum annelida.
Sehingga secara harfiah, tradisi ini berarti menangkap cacing laut. Tradisi Bau Nyale merupakan salah satu tradisi yang dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Lombok Tengah sejak ratusan tahun silam.
Awal mula tradisi ini tidak ada yang mengetahui secara pasti. Namun, berdasarkan isi babad sasak yang dipercaya oleh masyarakat, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak sebelum abad ke-16.
Tradisi ini berlangsung setiap tanggal ke-20 bulan 10 menurut perhitungan penanggalan tradisional Sasak atau sekitar bulan Februari bertempat di Pantai Seger, Kuta, Lombok Tengah.