Keistimewaannya tersebut, membuat banyak pangeran dan pemuda yang datang untuk memperebutkannya dan ingin mempersunting putri cantik ini. Kemudian sang Raja menyerahkan semua keputusan kepada putri Mandalika terkait hal tersebut.
Putri Mandalika akhirnya memutuskan pergi melakukan ritual bersemedi untuk mencari petunjuk dalam memilih yang terbaik dari semua lamaran para pangeran dan pemuda yang akan diterimanya.
Sepulang dari bersemedi, Putri Mandalika mendapatkan petunjuk (wangsit) untuk mengundang dan mengumpulkan seluruh pelamar yang ingin meminangnya.
Setelah itu, Putri Mandalika mengundang seluruh pangeran dan pemuda pada tanggal ke-20 bulan ke-10 pada penanggalan suku sasak (masyarakat yang mendiami pulau Lombok disebut sebagai masyarakat suku sasak).
Putri Mandalika mengundang semuanya untuk berkumpul di pantai Seger (dekat Pantai Kuta, Lombok) pada waktu pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang.